Sabtu, 23 September 2017

AUTOBIOGRAFI


    Nama saya Siti Fadhilah. Saya biasa dipanggil Dila. Saya lahir dari pasangan bapak Abdul Rochman dan ibu Sujiati. Saya lahir di Demak pada 17 September 1998. Hobi saya nonton film dan membaca novel. Alamat tempat tinggal saya ada dua, yaitu ds. Pangkalan Lima 1 Q, kelurahan Natai Raya, kabupaten Kotawaringin Barat, kecamatan Arut Selatan, Kalimantan Tengah dan ds. Gedangalas,kecamatan Gajah,kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Pada saat saya berusia 6 tahun, saya dibawa orang tua saya pergi merantau ke Kalimantan Tengah,karena perekonomian keluarga yang membuat keluarga saya nekad pergi merantau. Lalu saya masuk sekolah di SDN 1 Natai Raya. Pada saat kelas 5 , saya mengikuti lomba IPA, namun tidak berhasil.
Setelah 6 tahun saya sekolah disana,akhirnya saya lulus dari SDN 1 Natai Raya, orang tua saya menginginkan saya untuk melanjutkan sekolah di Jawa, dan akhirnya saya masuk di SMPN 1 Gajah, Demak.
Selama saya sekolah di SMPN 1 Gajah, saya ikut ekstrakurikuler dance dan tari, karena saya dulu suka dance, dan saya juga pernah mengikuti olympiade matematika dan IPA, namun tidak berhasil juga, waktu itu saya mendapat peringkat 16 dalam kabupaten.
Namun, tanpa di sangka dan di duga, ayah saya pergi ke hadapan Sang Pencipta. Jadi, semenjak itu ,ibu saya menjadi seorang single parent.
Setelah tiga tahun lamanya saya di Jawa akhirnya saya lulus dari SMPN 1 Gajah, dan saya di minta ibu untuk melanjutkan sekolah di Kalimantan lagi,karena ibu saya merasa sepi semenjak di tinggal ayah. Akhir,saya masuk di MAN Pangkalan Bun. Karena saya merasa bahwa saya banyak memiliki kekurangan dalam agama. Saya masuk di jurusan IPS , karena saya menyukai akuntansi. Dan selama saya di MAN juga mengikuti beberapa Kompetisi Sains Madrasah atau biasa disebut KSM. Pertama saya ikut KSM pada kelas 10 pada tahun 2015, saya ikut KSM Ekonomi tingkat kabupaten dan saya mendapat juara 1, dan pada saat itu saya lanjut ke tingkat provinsi dengan bidang studi yang sama,namun saya gagal dan tidak mendapat juara. Di tahun depannya lagi yaitu 2016 saya mengikuti KSM Ekonomi lagi tingkat kabupaten dan itu hanya mendapat juara 2, karena dalam KSM yang dipilih hanya satu,maka saya gagal ke tingkat provinsi, dan kompetisi yang terakhir saya ikuti di MAN adalah OSN tingkat kabupaten, dan saya juga gagal disana.
Saya sering gagal dalam kompetisi ,namun ibu dan kakak saya yang selalu menyemangati saya, bahkan kadang ibu saya menegur saya jika saya belajar terlalu lama. Setelah saya naik ke kelas 12, saya sudah tidak pernah ikut kompetisi lagi, karena harus fokus ke Ujian Nasional. Tragisnya, pada semester 5 saya mendapat peringkat 4 di kelas, dan itu membuat saya down , karena itu pertama dan terakhir saya mendapat peringkat 4, dengan kejadian ini saya termotivasi untuk terus belajar lagi, dan semester saya mendapat peringkat 3, dan tidak disangka juga, saya dapat nilai matematika dan ekonomi tertinggi di sekolah dalam Ujian Nasional.
 Dan setelah kurang lebihnya tiga tahun saya tinggal bersama ibu, akhirnya kakak saya ingin jika saya melanjutkan pendidikan ke Jawa lagi. Dan akhirnya saya masuk di UNNES melalui jalur SNMPTN. Melalui jalur SNMPTN, saya hanya mendaftar satu universitas yaitu UNNES dengan jurusan pertama pendidikan ekonomi (akuntansi) dan kedua akuntansi. Saya menjadikan pendidikan ekonomi (akuntansi) sebagai alternatif pertama karena saya ingin menjadi seorang guru dan yang pastinya karena saya menyukai akuntansi, meskipun saya banyak kekurangan dalam bidang studi ini. Dan saya juga mendaftar melalui jalur SPAN-PTKIN, dalam jalur ini, saya mendaftar 2 perguruan tinggi yaitu UIN Walisongo dan IAIN Palangka Raya (Kalimantan Tengah). Dan saya di terima di kedua perguruan tinggi ini,namun saya memilih masuk di UNNES.
Dalam keluarga, saya adalah anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara dan merupakan anak bungsu. Dua kakak saya adalah laki-laki. Kakak pertama saya sudah berkeluarga dan sudah memiliki seorang buah hati serta tinggal di Wonosobo, sedangkan kakak saya yang kedua belum berkeluarga dan saat ini masih tinggal bersama ibu saya di Kalimantan Tengah.

Itulah perjalanan hidup yang pernah saya tempuh.

Terimakasih bagi yang sudah membaca autobigrafi saya, semoga bisa mengambil hikmah dalam cerita hidup saya.