AUTOBIOGRAFI
Nama saya Siti Fadhilah. Saya biasa dipanggil Dila. Saya lahir dari
pasangan bapak Abdul Rochman dan ibu Sujiati. Saya lahir di Demak pada 17
September 1998. Hobi saya nonton film dan membaca novel. Alamat tempat tinggal
saya ada dua, yaitu ds. Pangkalan Lima 1 Q, kelurahan Natai Raya, kabupaten
Kotawaringin Barat, kecamatan Arut Selatan, Kalimantan Tengah dan ds.
Gedangalas,kecamatan Gajah,kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Pada
saat saya berusia 6 tahun, saya dibawa orang tua saya pergi merantau ke
Kalimantan Tengah,karena perekonomian keluarga yang membuat keluarga saya nekad
pergi merantau. Lalu saya masuk sekolah di SDN 1 Natai Raya. Pada saat kelas 5
, saya mengikuti lomba IPA, namun tidak berhasil.
Setelah
6 tahun saya sekolah disana,akhirnya saya lulus dari SDN 1 Natai Raya, orang
tua saya menginginkan saya untuk melanjutkan sekolah di Jawa, dan akhirnya saya
masuk di SMPN 1 Gajah, Demak.
Selama
saya sekolah di SMPN 1 Gajah, saya ikut ekstrakurikuler dance dan tari, karena
saya dulu suka dance, dan saya juga pernah mengikuti olympiade matematika dan
IPA, namun tidak berhasil juga, waktu itu saya mendapat peringkat 16 dalam
kabupaten.
Namun,
tanpa di sangka dan di duga, ayah saya pergi ke hadapan Sang Pencipta. Jadi,
semenjak itu ,ibu saya menjadi seorang single parent.
Setelah
tiga tahun lamanya saya di Jawa akhirnya saya lulus dari SMPN 1 Gajah, dan saya
di minta ibu untuk melanjutkan sekolah di Kalimantan lagi,karena ibu saya
merasa sepi semenjak di tinggal ayah. Akhir,saya masuk di MAN Pangkalan Bun.
Karena saya merasa bahwa saya banyak memiliki kekurangan dalam agama. Saya
masuk di jurusan IPS , karena saya menyukai akuntansi. Dan selama saya di MAN
juga mengikuti beberapa Kompetisi Sains Madrasah atau biasa disebut KSM.
Pertama saya ikut KSM pada kelas 10 pada tahun 2015, saya ikut KSM Ekonomi
tingkat kabupaten dan saya mendapat juara 1, dan pada saat itu saya lanjut ke
tingkat provinsi dengan bidang studi yang sama,namun saya gagal dan tidak mendapat
juara. Di tahun depannya lagi yaitu 2016 saya mengikuti KSM Ekonomi lagi
tingkat kabupaten dan itu hanya mendapat juara 2, karena dalam KSM yang dipilih
hanya satu,maka saya gagal ke tingkat provinsi, dan kompetisi yang terakhir
saya ikuti di MAN adalah OSN tingkat kabupaten, dan saya juga gagal disana.
Saya
sering gagal dalam kompetisi ,namun ibu dan kakak saya yang selalu menyemangati
saya, bahkan kadang ibu saya menegur saya jika saya belajar terlalu lama.
Setelah saya naik ke kelas 12, saya sudah tidak pernah ikut kompetisi lagi,
karena harus fokus ke Ujian Nasional. Tragisnya, pada semester 5 saya mendapat
peringkat 4 di kelas, dan itu membuat saya down , karena itu pertama dan
terakhir saya mendapat peringkat 4, dengan kejadian ini saya termotivasi untuk
terus belajar lagi, dan semester saya mendapat peringkat 3, dan tidak disangka
juga, saya dapat nilai matematika dan ekonomi tertinggi di sekolah dalam Ujian
Nasional.
Dan setelah kurang lebihnya tiga tahun saya
tinggal bersama ibu, akhirnya kakak saya ingin jika saya melanjutkan pendidikan
ke Jawa lagi. Dan akhirnya saya masuk di UNNES melalui jalur SNMPTN. Melalui
jalur SNMPTN, saya hanya mendaftar satu universitas yaitu UNNES dengan jurusan
pertama pendidikan ekonomi (akuntansi) dan kedua akuntansi. Saya menjadikan
pendidikan ekonomi (akuntansi) sebagai alternatif pertama karena saya ingin
menjadi seorang guru dan yang pastinya karena saya menyukai akuntansi, meskipun
saya banyak kekurangan dalam bidang studi ini. Dan saya juga mendaftar melalui
jalur SPAN-PTKIN, dalam jalur ini, saya mendaftar 2 perguruan tinggi yaitu UIN
Walisongo dan IAIN Palangka Raya (Kalimantan Tengah). Dan saya di terima di
kedua perguruan tinggi ini,namun saya memilih masuk di UNNES.
Dalam
keluarga, saya adalah anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara dan
merupakan anak bungsu. Dua kakak saya adalah laki-laki. Kakak pertama saya
sudah berkeluarga dan sudah memiliki seorang buah hati serta tinggal di
Wonosobo, sedangkan kakak saya yang kedua belum berkeluarga dan saat ini masih
tinggal bersama ibu saya di Kalimantan Tengah.
Itulah
perjalanan hidup yang pernah saya tempuh.
Terimakasih
bagi yang sudah membaca autobigrafi saya, semoga bisa mengambil hikmah dalam
cerita hidup saya.
